Selasa, 16 April 2013

(14-Resensi Buku 2013-Radarseni.com 14 April 2013) Cinta Selalu Menemukan Jalannya


Judul: My Everlasting Actor
Penulis: Amelia Kartikawati
Penerbit: Bening (Diva Press)
Tahun Terbit: Pertama, September 2012
Jumlah Halaman: 237 halaman
ISBN:  978-602-7695-07-8
Peresensi: Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota  Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.
Kim Hye Eun adalah anak seorang terpelajar yang memiliki sebuah lembaga pendidikan di New York. Ayahnya ingin dia menjadi seorang guru, seperti kakak perempuannya. Namun, Hye Eun tak memiliki minat untuk itu. Dia lebih tertarik pada dunia akting pada sebuah drama. Akhirnya, dia memutuskan untuk tinggal di Korea tanah kelahirannya. Dengan tekad menjadi selebriti besar nantinya, walaupun hal itu ditentang oleh keluarganya, terutama ayahnya.

Di Korea dia menginap di rumah keluarga Kwon. Keluarga yang sudah dianggap saudara sendiri oleh ayahnya. Dia mengikuti  sebuah audisi acara pencarian bakat yang diselenggarakan oleh salah satu agensi artis tersebesar di Korea bernama LWM Entertainment. Ternyata dia terpilih lolos audisi dan memulai debut menjadi pemeran utama wanita dalam sebuah drama bersandingkan aktor pria Korea papan atas, Park Seung Hyun.
Suatu ketika bertemu dengan Seung Hyun meminta Hye Eun membuka tangannya. Kemudian Seung Hyun mengatakan bahwa Hye Eun akan segera mendapatkan terang. Hye Eun, bingung dengan perkataan Seung Hyun. Beberapa hari kemudian Seung Hyun mengucapkan, saranghae pada Hye Eun. Awalnya, Hye Eun mengira Seung Hyun sedang akting. Tetapi, ternyata tidak. Itu tulus dia ucapkan, maka Hye Eun pun membalas cinta Seung Hyun, nado saranghae.

Sejak itu mereka memiliki hubungan khusus. Kedekatan mereka berdua memang secara tidak langsung menguntungkan Hye Eun. Walau begitu, tak pernah sekalipun dia memanfaatkan hal tersebut. Karena memang dia mencintai Seung Hyun tulus. Tetapi, karena mereka berpacaranlah akhirnya harus terjadi yang tidak diinginkan oleh Hye Eun.

Sebagaimana kehidupan selebriti pasti selalu ada media yang menguntitnya, begitu juga bagia mereka berdua khususnya Seung Hyun yang lebih dulu terkenal. Tetapi mereka berdua berusaha menutupi hubungan itu, khawatir akan terjadi ketidakpuasan fans Seung Hyun dan aka nada anti fans bagi Hye Eun karena memacari Seung Hyun. Jika, seperti itu maka akan turunlah pamor Seung Hyun.
Tetapi, ternyata Seung Hyun tidak memikirkan hal tersebut dan membuat konferensi pers mengumumkan adanya hubungan khusus denga Hye Eun. Hye Eun kaget bukan kepalang, karena keberanian Seung Hyun. Karena dia telah mengungkapkan yang sebenarnya, namun dia tak ingin dicap sebagai pendomplak ketenaran Seung Hyun. Dia ingin semua dari nol dan menjadi besar.

Maka  dimulailah konflik ketika Seung Hyun ingin menikahi Hye Eun. Tetapi Seung Hyun ingin Hye Eun berhenti menjadi aktris dan hanya menemaninya ke mana saja saat syuting. Hye Eun merasa dikerdilkan akhirnya tersulut emosi dan menampar Seung Hyun. Selain itu, kejadian lainnya yakni ketika ibu Seung Hyun bertemu atau lebih tepatnya menemui Hye Eun meminta Hye Eun supaya menjauhi Seung Hyun.

Bimbanglah Hye Eun, padahal bibit cinta pada Seung Hyun sudah tumbuh mekar. Karena ternyata keputusan Seung Hyun memacari Hye Eun akan menghancurkan karirnya, maka Seung Hyun memilih untuk memutus hubungan khusus antara mereka. Sedih bukan main Hye Eun, Choi Hee Gyu datang menawarkan cinta.
Walau Hee Gyu termasuk aktor senior dan tak kalah gagah dibanding Seung Hyun, namun tetap Hye Eun tak bisa mencintainya. Walau telah diputus Seung Hyun, Hye Eun tetap bertahan dalam harap. Bertambahlah pula masalah baginya, semua yang telah diberikan manajemen LWM Entertainment untuknya semua disita, seperti tempat tinggal dan mobil. Selain itu pula dia harus memulai karir keartisannya dari nol. Jika selama dua bulan tak bisa menjadi aktris sebuah drama maka dia akan didepak oleh agensi.

Selama itu pula dia kembali menginap di rumah keluarga Kwon. Mereka menyemangati Hye Eun bahwa dia bisa bangkit, termasuk anak-anak Paman Kwon So Mi dan adiknya So Hung yang menderita penyakit darah. Usaha demi usaha dilakukan, namun tetap dia tidak mendapatkan kesempatan. Kisah ini berending dengan matinya So Hung dan matinya Ibu Seung Hyun. Sementara Seung Hyun tak bisa berlama-lama membohongi hatinya bahwa dia masih sangat mencintai Hye Eun. Akhirnya mereka menikah, berhenti dari dunia selebriti dan membuat sebuah rumah makan.

Paling tidak kita mendapatkan  hikmah dari novel ini, bahwa cinta akan selalu mendapatkan jalannnya yang sejati, begitu pula apa yang ada dalam hati tak akan bisa kita bohongi. Karenanya, novel ini sangat layak anda baca dan selamat membaca!

Muhammad Rasyid Ridho, Karya-karya lainnya berupa cerpen, artikel, resensi, dan puisi juga dimuat di beberapa media offline maupun online, antara lain di Kompas, Jawa Pos, Koran Jakarta, Malang Post, Republika, Harian Surya, Metro Riau, Majalah Matan,  Majalah Gizone, Majalah Sabili, Koran Kampus UMM Bestari, Okezone.com, Annida online, Eramuslim.com, Analisisnews.com, Dakwatuna.com, Fimadani.com, Rimanews.com, Wawasanews.com, Wasathon.com, Radarseni.com,  Minimagz Gen_M2.

(13-Resensi Buku 2013-Rimanews.com 13 April 2013) Jalan Berliku Mencari Cinta Sejati


RIMANEWS-Perjalanan cinta setiap anak manusia berbeda antara satu dan yang lainnya. Ada yang mulus-mulus saja tanpa hambatan, ada yang sedikit ganjalan, ada pula yang penuh liku sejak awal hingga akhirnya sampai pada yang didamba. Yang terakhir tersebut inilah yang mungkin terjadi pada Renata. Tokoh utama dalam novel I’m In Love karya Rut Pamestri Utami.
            Dalam prolog novel ini saja Renata sudah harus mengalami patah hati. Renata mencintai sahabatnya sendiri, Aldo. Tetapi Aldo menolaknya. Bukan karena tak suka tetapi karena tak ingin persahabatan mereka hancur karena adanya hubungan lebih dari persahabatan. Tentu Renata kecewa, namun ini mau bagaimana lagi, dia pun berpikir persahabatan ini tak boleh rusak hanya karena egonya saja. Dia harus menerima. Untung saja Renata punya sahabat lain selain Aldo yang bernama Tere. Dia yang menguatkan Renata ( halaman 9-15).
            Radith, nama tokoh lain yang Renata cintai. Dia lagi berusaha mandiri dengan menjadi wirausaha, salah satunya membuat konter menjual pulsa. Suatu malam,  saat Renata membantu menjaga konter Radith sekalian juga sebagai alasan bertemu dengannya. Tiba-tiba tak dinyana Radith mengajaknya makan Mie Ayam. Selesai makan, ditengah jalan hujan turun dengan derasnya. Mereka mencari tempat berteduh. Radith memberikan jaket yang dipakainya pada Renata untuk dipakai. Didekapnya Renata dan diusap kepalanya dengan hangat. Tentu Renata senang.
            Dari atas genteng tempat mereka berteduh, ada sebuah batu jatuh. Renata mengambilnya dan mereka berdua bergurau menyepakati batu itu adalah batu keberuntungan. Akhirnya, Renata meminta agar hujan segera berhenti. Ternyata hujan berhenti. Renata meminta Radith menyimpan batu itu. Radith mengatakan batu itu adalah batu ajaib. Batu cinta, batu keberuntungannya dan Renata. Rasanya sejak itu Renata kembali jatuh cinta. Ya, cinta pada Radith (halaman 20-23).
            Selain bersama Radith, Renata punya kisah lain bersama Moses. Setelah lama mereka berdua tak ada komunikasi, tiba-tiba Moses meng-sms Renata dan mengajaknya mencari kaos. Mereka semakin dekat dan Renata semakin nyaman di dekat Moses. Terlebih ketika Radith mengatakan masih mencintai Merry, mantan pacarnya yang telah menikah. Pasti Renata sangat kecewa dan patah hati. Terutama ketika Radith meminta dia mencari yang lain karena telah mengganggu waktunya untuk fokus pada usahanya (halaman 40).
            Semakin dekat dia dengan Moses, namun dia masih trauma lantaran takut tertolak lagi untuk ketiga kalinya (halaman 43). Sekonyong-konyong pula ada inbox facebook dari Irgi teman Renata di daerah asalnya Yogyakarta, yang meminta Renata untuk menjadi pacarnya. Namun, Renata sadar tak mencintai Irgi. Segera dia tutup akun facebooknya.
            Tak berakhir di situ, ternyata Moses yang telah menjadi harapan terakhir Renata pun hanya menganggap dia sebagai teman saja. Belum bisa sampai lebih dari teman. Lantaran memang Moses sudah punya hubungan khusus dengan perempuan lain. Kecewa dan patah hati yang sangat untuk ke sekian kalinya bagi Renata (halaman 56).
            Akhirnya, Renata memutuskan untuk resign  dari tempat dia bekerja di Surabaya untuk kembali ke kotanya Yogyakarta. Untuk meninggalkan dua kenangan manis sekaligus pahitnya di sana, Radith dan Moses. Mamanya ingin Renata menjalani hubungan atau merestui jika dia mempunyai hubungan khusus dengan Irgi. Renata masih tetap, dia tidak mencinta Irgi.
            Karena paksaan mamanya, Renata pun mencoba mencintai Irgi. Namun, ternyata bagaimanapun dia mencoba, tak ada rasa pun tumbuh untuk Irgi. Akhirnya Renata memutuskan Irgi. Ketimbang semua yang dilakukan terpaksa dan tak menghasilkan apa-apa. Terlebih jika lebih lama mereka jalani, akan semakin terbuka membuat luka yang lebar bagi Irgi (halaman 98-99).
             Singkat cerita, ternyata Radith dan Moses sama-sama mencari Renata. Tetapi, ketika Radith menemukan Renata, ternyata dia sudah bersama Moses. Kecewa yang didapatkan Radith. Moses dengan pendekatan yang lebih berusaha membuka lagi hati Renata untuknya. Moses ingin Renata jadi pacarnya, sekaligus jadi calon istrinya.
Tanpa diduga masa lalu Radith datang lagi, Merry. Dia ingin kembali pada Radith (169-175). Radith tak bisa apa-apa, walau dia tahu hatinya menolak karena ada Renata yang dia cinta. Tetapi dia pun tak bisa menolak Merry cinta lamanya. Namun, pada akhirnya Merry tahu bahwa yang dicintai Radith adalah Renata. Begitu pula Moses pun sadar bahwa Radith yang ada di hati Renata. Akhirnya, Merry rela melepas Radith untuk Renata dan Moses rela melepas Renata untuk Radith.
Secara keseluruhan novel ini menarik untuk dibaca. Setidaknya ada dua hikmah yang akan pembaca dapati setelah membacanya. Yang pertama, kebahagiaan itu tak datang semudah yang dibayangkan. Pepatah mengatakan, “Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Yang kedua, adalah cinta sejati akan didapati dengan kejujuran hati. Kejujuran hati, itulah letak cinta sejati.
Sayangnya, saya menemukan beberapa kesalahan. Diantaranya di halaman 157, kesalahan penulisan yang seharusnya Mos tetapi tertulis Mas. Juga kesalahan tanda yang ada dalam kalimat langsung sebelum tanda tanya ada titik, seharusnya tidak perlu titik, itu terdapat di halaman yang sama. Namun, bagaimanan pun itu, novel ini layak untuk Anda baca. Menghibur dan menginspirasi.
______________________________________________
Judul                            : I’m In Love
Penulis                          : Rut Pamestri Utami
Penerbit                       : Bening(Diva Press)
Tahun Terbit                : Pertama, 2012
Jumlah Halaman          : 235halaman
ISBN                           :  978-602-7695-08-5
Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota  Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.


Kamis, 11 April 2013

(12-Resensi Buku 2013-Kompas.com 6 April 2013) Indah Cinta di Saat Tak Terduga


Judul                    :  Air Mata Nayla
Penulis                 :  Muhammad Ardiansha El-Zhemary
Penerbit               :  Najah (Diva Press)
Tahun Terbit         :  Oktober, 2012
Jumlah Halaman  :  320 halaman
ISBN                     :  978-602-7641-73-0
Peresensi             :  Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota Forum Lingkar Pena Malang Raya; mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

KOMPAS.com — Ahmad Hanif Asadullah tersadar dengan kaget dan hilang ingatan. Ia bahkan lupa akan namanya sendiri. Pak Aziz dan Bu Maisaroh yang menemukannya pun bingung. Sayla, putri Pak Aziz, akhirnya menemukan cincin perak milik Hanif dengan nama Leonardo Da Vinci. Karena itu, Sayla mengusulkan Hanif diberi nama Ahmad Leonardo (halaman 17), dengan tujuan mungkin akan mudah mengingat masa lalunya lagi, siapa dia sebenarnya.

Bersama keluarga Pak Aziz, Hanif mendapatkan kebahagiaan, keluarga baru. Dia juga ditawari untuk sekolah. Setelah berpikir, Hanif akhirnya mau. Di SMA Negeri 2 Pontianak dia bersahabat dengan Minan Nurrahman dan Nayla Syifa. Mereka bertiga adalah siswa berprestasi. Namun diam-diam sejak awal bertemu dengan Nayla Ahmad (Hanif) sudah merasakan getaran yang aneh. Mungkin cinta, dia sendiri bingung mendefinisikannya.
Karena ketertarikannya itu, sejak awal sekolah saja dia sudah membuat masalah. Ada geng sekolah Tomy dkk, membuat onar dengan mengganggu Nayla yang sebelumnya masih belum dia kenal namanya. Dia tentu tidak mau Nayla diganggu orang walaupun tak kenal. Akhirnya dia menolong Nayla dan membuat Tomy dkk kewalahan dan akan membalas dendam.

Dendam Tomy membara, dia mengadu kepada masnya, Arie Andi. Suatu ketika Ahmad berada di dalam kelas. Arie meminta dengan perintah agar Ahmad keluar sebentar, ada yang perlu padanya. Ternyata ketika keluar Tomy dkk sudah siap untuk menghajarnya. Karena dikeroyok dia kehabisan tenaga dan di akhirnya dia menjadi sasaran kemarahan Arie yang ternyata memiliki ilmu beladiri. Akhirnya, Ahmad kalah, terbujur kaku dalam kegelapan. Pingsan.

Singkat cerita, ternyata kejadian tersebut malah memberi hikmah. Ketika dia pingsan, dia mimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya bercerita siapa dia sebenarnya. Dan kenapa dia ada di tanah borneo tersebut. Hanif sejak lulus SD tidak mau melanjutkan sekolah, dia ingin melanjutkan di pesantren saja. Orangtuanya mengabulkan, dia dipesantrenkan di Kiai Arsyad, Madura. Hebatnya, dalam satu tahun Kiai Arsyad telah mengantarkan Hanif pulang ke rumahnya dengan mengatakan bahwa masa menuntut ilmu dengan beliau sudah selesai. Bahkan dia juga telah hafal Al Quran dengan lancar dan benar.

Setelah itu Hanif ingin melanjutkan menuntut ilmu agama lagi, tepatnya di pondok pesantren di Banyuwangi yang dipimpin oleh Kiai Ahmad. Selama lebih kurang dua tahun, ternyata Hanif bisa menyelesaikan menuntut ilmu di sana. Sebelum Kiai Ahmad wafat, beliau berwasiat dalam sebuah tulisan agar Hanif segera ke Kalimantan untuk menemui Kiai Jazuli. Bukan untuk menuntut ilmu lagi, melainkan untuk menikah dengan putri Kiai Jazuli yang ternyata telah ditunangkan dengan Ahmad sejak bayi.

Ibunya sedih, tetapi akhirnya menyadari ini wasiat yang baik. Akhirnya bersama ayahnya, ibunya turut mengantarkan ke Kalimantan dengan kapal laut. Namun, sayang ternyata kapal yang mereka tumpangi kebakaran. Sedikit sekali yang selamat. Termasuk Hanif, tanpa orangtuanya. Itulah penyebab Hanif menjadi lupa ingatan, dan akhirnya setelah mimpi itu dia sadarkan diri dari hilang ingatannya. Dia ingin sekali memberikan kado terindah yang ditunggu-tunggu ibunya dari dirinya. Dia masih memikirkan hal itu (halaman 144-155).
Nayla meninggalkan Hanif dan menangis karena Hanif lupa pada dirinya. Padahal, bukan hanya terhadap dirinya dia lupa. Namun, terhadap Pak Aziz, Bu Maisa juga Minan dia lupa. Dia meminta maaf akan itu kepada semuanya.
Hanif memulai hidup baru dengan dirinya yang sebenarnya, tetapi tetap bersahabat dengan Minan. Sayangnya, Nayla telanjur kecewa dengannya. Dia juga bingung harus bagaimana karena dia memang lupa dengan masa-masa lupa ingatannya. Sesekali dia memikirkan wasiat Kiai Ahmad dan putrinya. Namun, dia juga merasakan bahwa ada yang telah mengisi hatinya, tapi entah siapa, dia tidak tahu.

Ketika dia tahu Nayla akan pergi dan akan ditunangkan dengan orang lain, dia merasakan sesuatu yang bisa dianggap kesedihan. Meskipun sedang tak boleh keluar dari rumah sakit, dia memaksa untuk melihat kepergian Nayla. Dia bersedih, Nayla mungkin bukan jodohnya dan jodohnya adalah putri Kiai Jazuli. Minan pun menguatkannya, kalau niatnya datang ke Kalimantan untuk melakukan wasiat Kiai Ahmad bukan mencari cinta. Akhirnya dia kuat kembali (halaman 202).

Sampai akhirnya dia melaksanakan wasiat Kiai Ahmad dan telah sampai di pesantren Kiai Jazuli. Dia dipertemukan dengan Neng Afiya. Awalnya hatinya menolak. Di hatinya ada Nayla. Namun, dia mencoba menjalani takdir. Ternyata, ketika dia memandang Neng Afiya, ternyata gadis itu Nayla. Ternyata nama putri Kiai Jazuli, Afiyatul Naylaturrahmah. Dia hanya bisa terus memuji Allah, ternyata rencananya begitu Indah.
Setidaknya pembaca akan mendapatkan tiga hikmah dalam novel karya Muhammad Ardiansha El-Zhemary ini. Pertama, semua ujian, apa pun itu, pasti ada hikmahnya. Kedua, rencana Allah itu sangat indah dibanding rencana manusia. Terakhir, jodoh telah ditentukan oleh Allah. Tanpa memaksa pun, kalau memang lelaki/wanita itu adalah jodoh kita, maka dia akan menikah dengan kita. Begitu sebaliknya, jika memang bukan jodoh, maka kita dengan memaksa segala cara pun tidak akan ada jalan untuk bertemu.

Namun sayang, saya menemukan kesalahan, salah satunya di halaman 225, yang seharusnya menggunakan kata pengganti bernama "Mbak Nayla" menjadi "Mbak Nadia". Novel setebal 320 halaman ini sarat dengan ilmu. Banyak ilmu agama berpadu dengan kisah di dalamnya. Juga terdapat syair-syair indah dari penyair terkenal Rumi dan Kahlil Gibran. Karenanya, buku ini sangat layak Anda koleksi.

dimuat di Kompas.com 6 April 2013
http://oase.kompas.com/read/2013/04/06/00593298/Indah.Cinta.di.Saat.Tak.Terduga

Rabu, 27 Maret 2013

(11-Resensi Buku 2013-Kompas 24 Maret 2013) Si Mungil Sang Penyelamat


udul                            : Steven, Where Are You?
Penulis                          : Dita Indah
Penerbit                       : (Bintang Kecil) Bentang Belia
Tahun Terbit                : November, 2012
Jumlah Halaman          : 110 Hal
ISBN                           : 978-602-9397-63-5
Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM. Ketua Journalistic Club Ikom Universitas Muhammadiyah Malang dan bergiat juga di Forum Lingkar Pena Malang Raya.

Sejak kepergian Steven yang hilang tak tahu di mana, Rafa memulai petualangannya. Dia mencari ke mana saja untuk menemukannya. Dalam perjalanan Rafa menemukan seekor kucing di sebuah hutan yang kemudian dia namakan ‘Mungil,’ karena tingkahnya yang lucu dan tubuhnya mungil. Rafa sangat suka dengan biskuit yang dibawa sebagai bekal oleh Rafa.

Mungil menemani Rafa dalam petualangannya mencari Steven. Petualangannya dimulai. Petualangan yang seru dan menegangkan. Di sebuah sungai Rafa bertemu dengan anak kembar, Joy dan Randy yang baik.  Mereka membolehkan Rafa tidur di rumah mereka ketika menjelang malam. Esok paginya, Rafa segera pamit pada keduanya untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah cukup jauh dari rumah si kembar, Rafa bertemu dengan lelaki berbadan kekar yang hendak mengambil tasnya. Untung saja mungil bisa menolong Rafa dengan mencakar muka lelaki itu dan mereka pun selamat. Dalam perjalanan  berikutnya mereka bertemu dengan Elin dan adiknya Lala, yang memberinya air mineral saat kelaparan. Lala sangat suka dengan Mungil.

Sekali lagi Mungil yang menggemaskan menjadi super hero ketika membantu Bu Kekei yang tasnya dicopet. Rafa juga mendapatkan uang karena membantu petani buah apel. Dan di akhir kisah setelah bertemu dengan Steven, Mungil berubah menjadi lelaki berbadan besar yang ternyata Raja Gilford dari Magic Land. Pantas saja Mungil  begitu hebat mengalahkan musuh-musuh Rafa dalam petualangannya mencari Steven. 


Buku-Buku Yang Habis Kubaca Februari 2013


1. Menjadi Guru Inspiratif-A. Fuadi, dkk
Buku ini berisi 14 kisah nyata inspiratif mereka yang menjadi guru. Kisah-kisah mengharukan dengan suka duka saat menjalani pengabdian menjadi guru bangsa. Mencerdaskan para generasi, yang kata Ahmad Fuadi sebagai petani peradaban. Buku yang layak dibaca para guru, orang tua dan seluruh manusia yang pernah memiliki seorang yang bernama guru. Pemesanan bisa melalui fesbuk Bentang Pustaka.





Dokumentasi pribadi

2. Lupa Endonesa-Sujiwo Tejo
Punakawan yang dalam sejarah Indonesia hanya ada dulu, ya di zaman dulu. Namun, di tangan Sujiwo Tejo punakawan terlahir kembali di zaman sekarang, di saat Indonesia sudah mengalami reformasi. Punakawan dengan gayanya yang unik, lucu, menggemaskan, kadang pula bikin mangkel setengah mati dengan hiburannya yang membuat kita tak lupa akan Indonesia. Ya, Indonesia dengan segala yang di dalamnya. Korupsi, permainan hukum, ketidakadilan. Benar-benar menghibur. Pemesanan bisa melalui fesbuk Bentang Pustaka.



Dokumentasi Pribadi

3. Ayyub & Ulat-Ulat yang Menggerogotinya- Muhammad Makhdlori
Jika ada orang yang mengatakan sabar itu ada batasnya, maka dia perlu membaca kisah Nabi Ayyub. Salah satunya dalam buku sejarah Ayyub yang sudah menjadi novel ini. Dengan itu pembaca akan lebih mudah memahami alur cerita dengan baik. Dengan bahasa yang mudah dan cukup menyentuh, Makhdlori mengingatkan kita bahwasanya sabar itu tak berbatas, seperti syukur yang harus dilakukan terus menerus. Pemesanan buku ini bisa di www.divapress-online.com



Dokumentasi pribadi

4. Meraih Mimpi Dengan Alunan Biola-Fakhri Violinis
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, begitu kata pepatah. Begitu juga dengan Fakhri, anak seorang munsyid(pelantun nasyid) Ikhsan, salah satu personel SNADA. Maka, kehidupan Fakhri tak jauh-jauh dari dunia musik. Sejak kecil Fakhri menyukai biola karena keunikan bentuknya. Sampai saat ini dia sering membawakan lantunan biola baik di dalam dan luar negeri. Selain itu pula, dia termasuk SNADA Kids. Buku ini bermaksud memberi motivasi pada pembaca sasarannya, yakni anak-anak kecil agar tak pantang menyerah meraih mimpi. Pemesanan bisa melalui fesbuk Penerbit Tiga Serangkai.



Dokumentasi pribadi

5. Pilih Islam atau Mazhab-Hasan bin Farhan Al-Maliki
Autokritik adalah upaya membangun dan memperbaiki keadaan. Termasuk penulis yang bermazhab Hanbali pun mengkritik mazhabnya  sendiri untuk kebaikan mazhabnya. Mazhab Hanbali yang termasuk salah satu mazhab paling banyak pengikutnya saat ini seringkali melakukan pembid’ahan bahkan pengkafiran kepada mazhab lain. Sangat disayangkan memang, dan itulah yang menjadi kritik bagi Mazhab Hanbali dari pengikut mazhabnya sendiri. 



Dokumentasi pribadi

6. Kisah Indah Seputar Santri-Binta Al-Mamba dkk.
Buku ini berkisah tentang pengalaman beberapa penulis saat menyantri di sebuah pondok. Ada kejadian lucu, senang, sedih sampai menyeramkan. Salah satu kisah di dalamnya adalah tulisan karya saya saat menyantri di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Saya jamin, nggak akan rugi membaca buku ini. Yang tidak pernah nyantri jadi tahu, yang pernah nyantri bisa jadi media nostalgia karena mungkin ada kemiripan. Pemesanan bisa ke saya sms 087857574521.



Dokumentasi pribadi

(10-Resensi Buku 2013-Metro Riau 24 Maret 2013) Bunga Yang Tak Harum Selamanya


Judul                            : Bunga-Bunga Kertas
Penulis                          : Khusnul Khotimah
Penerbit                       : Safirah (Diva Press)
Tahun Terbit                : Pertama, 2012
Jumlah Halaman          : 308 halaman
ISBN                           :  978-602-7640-10-8
Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota  Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

Bunga namanya. Selayaknya orang tua memberi nama Bunga karena ingin anaknya, seperti bunga, harum sepanjang masa. Nama adalah Doa, katanya. Sayang, kehidupan kadang begitu misterinya sehingga nama hanya menjadi nama yang tak ada guna. Namun, bukan kehidupan namanya, jika selalu dalam kedukaan selalu tanpa ada kebahagiaan.

Bermula dari kehidupan orang tuanya, yang mulai merenggang. Karena kedatangan seorang perempuan di masa lalu Ayahnya yang bernama Siska. Dia adalah teman Ayahnya saat sekolah SMA di Jakarta. Awalnya, Ayahnya memperkenalkan Siska datang sebagai sejawat bisnisnya saat ini. Tentu saat itu Bunga dan Bundanya tak mempermasalahkan.

Namun ketika Bundanya menemukan HP ayahnya yang ketinggalan saat ada telepon dan sms. Ketika Bunda mangambil HP itu, Bunda kaget melihat tertera nama pengirim sms “Siskaku.” Ditambah lagi isi smsnya,“Sayang, aku tunggu kabarmu. Aku juga akan segera mengugat cerai suamiku yang tidak berguna itu.”Bunga dan Bundanya saat itu dilanda sedih dan kecewa yang sangat pada Ayah (Halaman 26-27).

Sejak peristiwa itu pula Ayahnya menjadi orang yang tidak seperti biasanya. Yang biasanya baik sejak saat itu mudah marah bahkan memukul Bunda dan Bunga. Ayah juga bersikeras agar Bunda dan Bunga setuju kalau dia menikahi Siska. Ini harus dilakukan, Sebab Ayah dan Siska dulu pernah mengikuti sebuah aliran sesat yang mewajibkan mereka berdua menikah agar tak terkena kutukan.

Namun, Bunda dan Bunga tak mau. Karena, itu alasan yang tak masuk akal. Ayahnya yang dulu mengajari Bunga nilai-nilai agama malah Ayahnya yang kini hilang kesalihannya. Akhirnya, sejak saat itu rumah tak seperti dulu lagi. Selalu ada marah-marah Ayah dan Bunda selalu menangis.

Bunga tak tahan, dia memutuskan untuk kabur dari rumah. Bukannya menyelesaikan masalah, hal ini menimbulkan masalah lain. Bunga bertemu Hanum dan mengajaknya tinggal dulu dirumahnya. Hanum kelihatan baik sekali, walau ragu Bunga percaya akhirnya. Sayang, ketika Hanum berangkat kerja Ardi (suami Hanum) membuka paksa kamar yang ditempati Bunga dan memperkosanya.

Sejak kejadian itu, Bunga merasa kotor walaupun dia memakai jilbab besar. Singkat cerita akhirnya dia pulang ke rumah dan Bundanya sakit dan meninggal. Ayahnya menikah lagi dengan tante siska. Bunga hamil dan kabur dari rumah sampai anaknya lahir, dia berusaha mencari kerja sendiri untuk menyambung hidup.

Ternyata majikan di mana tempat Bunga bekerja adalah bawahan Ayahnya. Dari dia pula Bunga tahu bahwa Ayahnya, kecelakaan dan hilang ingatan. Bunga membawa Ayahnya bersama dia. Siska menjadi penguasa di perusahaan Ayahnya. Tak sengaja dia bertemu Hanum yang ternyata teman majikannya dan mengajak Bunga menjadi sekretarisnya.

Saat itu kehidupannya mulai baik. Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan teman lamanya sedang sakit di rumah sakit, Nabilla. Dari pertemuan itu pula Bunga bertemu Azwar kakak Nabilla yang ingin menikahinya. Kisah berakhir happy ending dengan pernikahan keduanya.

Setidaknya, pembaca bisa mengambil hikmah dari novel ini, hidup tidak selalu mulus seperti yang diharapkan, kadang ada kesusahan kadang ada senang. Keduanya datang bergiliran. Karenanya, pasrah segalanya pada Allah adalah utama. Dibarengi dengan ikhtiar yang purna. 

(03-Reportase 2013-22 Maret 2013 Harian Surya) Jangan Takut Salah!


Café memang selalu menjadi tempat yang nyaman untuk kopdar (kopi darat) atau sekedar santai menghabiskan waktu bersama kawan. Kami pun begitu menghabiskan waktu di sebuah café yang cukup elegan, Green Camp Us di daerah Tirto Malang. Sambil menyesap minuman yang kami pesan, waktu kami termanfaatkan dengan suatu yang baik.
                Kala itu kami sekitar 7 orang berkumpul mengikuti sharing penulisan yang diadakan oleh Journalistic Club Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Kali ini sebagai pemateri adalah penulis Abrar Rifai. Dia telah merampungkan satu novelnya yang berjudul Laila. Walau di luar hujan, semangat kami tak turut padam karena air hujan. Justru, kami menikmati sejuknya hujan, sembari mengobrol soal penulisan.
                Di acara yang santai ini kami serius menyimak apa yang disampaikan penulis yang telah lama telah tinggal di sebuah Pondok Pesantren Babul Khairat di Lawang tersebut. “Menulis adalah proses menulis di otak. Yang kemudian memindahkan tulisan di otak itu ke buku tulis, laptop, PC, Ipad dan sejenisnya,” ungkapnya mengawali pembicaraan.
                Dia sama sekali tidak setuju jika menulis itu berteori. Menurutnya, menulis itu tidak bisa diteorikan. Penulis yang lagi merampungkan sekuel Laila, yang berjudul Mahabbatain, ini mengatakan “Kalau menulis ya menulis saja, tak perlu bingung karya kita ini bagus apa nggak.”
Dia menambahkan abaikan saja dulu kesalahan yang ada. Tulis dulu semua yang ada di otak. Menulis itu seperti anak kecil yang terus tumbuh menjadi besar. Belajar duduk, belajar berjalan dan seterusnya. Begitu pula dengan menulis maka setiap hari maka akan semakin baik tulisan kita.
                Menulis dan membaca itu adalah saudara kandung yang tidak bisa dipisahkan. Maka, kewajiban kita yang belajar menulis selain menulis adalah membaca. Abrar menyarankan untuk jangan pilih-pilih bacaan, membaca apa saja yang ada, baik fiksi ataupun nonfiksi. Jika ingin menulis nonfiksi, jangan hanya membaca fiksi saja tetapi baca juga buku-buku nonfiksi, koran, dan lainnya. Karena, itu materi-materi yang akan kita tuliskan dalam tulisan fiksi. Dari nyata, ke tulisan fiksi.
                Selain itu saran Abrar adalah banyak menonton, banyak mendengar, kemudian ditanggapi dengan tulisan. Dia juga menguatkan motivasi dan keberanian audience yang hadir untuk tidak hanya menulis kemudian disimpan. Menulislah lalu dipublis! Sekarang zaman sudah canggih, bisa di fecebook atau blog yang berbagai macam itu. Terakhir, Abrar mengatakan penulis pemula itu harus berkomunitas. Agar terjaga semangat menulisnya. Ada seperti JC ini, ada FLP yang lebih besar, dan banyaknya grup penulisan yang banyak di Facebook.
                Dalam sesi pertanyaan, salah satu audience menanyakan perihal bahwa dia pernah membaca sebuah buku bahwa menulis itu harus bersastra. Akhirnya, hal itu membuat dia takut untuk menulis. Maka, dengan tegas Abrar menolak pendapat penulis buku tersebut. Karena, tidak semua buku harus sastra. Menulis sajalah, mengalir saja. Menulis jangan takut salah!